PRINSIP – PRINSIP MULTIMEDIA PEMBELAJARAN
Multimedia pembelajaran
adalah kombinasi teks, gambar, grafik, suara, video, animasi, simulasi secara
terpadu dan sinergis dengan bantuan aplikasi komputer tertentu untuk mencapai
tujuan pembelajaran. Multimedia pembelajaran bersifat interaktif dan
selanjutnya disebut dengan multimedia pembelajaran interaktif (MPI). Dalam pembelajaran
multimedia, materi disajikan melalui kata-kata baik diam maupun bergerak.
Terdapat beberapa prinsip
multimedia pembelajaran yang perlu diterapkan ketika mengakomodasi multimedia
untuk pembelajaran. Prinsip untuk mengurangi aktivitas extraneous processing
antara lain : Contiguity, Coherence,
Signaling, Redundancy. Prinsip untuk mengelola aktivitas essential
processing antara lain : Segmenting,
Pre-training, Modality. Prinsip untuk meningkatkan aktivitas generative
processing antara lain: Multimedia,
Personalization, Interactivity.
Penjelasan
prinsip-prinsip multimedia pembelajaran tersebut adalah sebagai berikut :
Prinsip
Contiguity
o
Prinsip
Spatial contiguity
Gambar
dan penjelasannya harus diletakkan berdekatan. Jika gambar dan penjelasannya
terpisah, maka siswa harus memakai memori yang terbatas hanya untuk mencocokkan
saja. Contiguity akan mengurangi
beban kognitif dalam memori sehingga meningkatkan pembelajaran.
o
Prinsip
Temporal contiguity
Animasi
dan video harus disajikan bersamaan dengan narasinya. Bila animasi dijalankan
terlebih dahulu, kemudian baru narasinya disuarakan, maka tentunya siswa akan
mengalami kesulitan untuk menghubungkan keduanya.
Prinsip
Coherence
Kata,
gambar, suara, video yang tidak penting dan relevan sebaiknya dihilangkan,
karena materi menarik yang tidak relevan dapat menghalangi pembelajaran. Dalam hal
ini, harus menghindari memasukkan suara yang tidak relevan dengan materi. Musik
latar belakang bisa membebani memori kerja siswa, khususnya bbila siswa sedang
mengalami beban pemrosesan kognitif yang berat. Juga harus menghindari
memasukkan kata-kata atau kalimat yang indah tetapi tidak relevan karena akan
menganggu dan tidak meningkatkan pemahaman atas materi utama. Demikian juga
dengan gambar dan video yang tidak relevan, harus berusaha untuk tidak
memasukkannya dalam multimedia pembeljaran, karena bisa menganggu pembelajaran.
Prinsip
Signaling
Penyajian
materi perlu dilengkapi dengan penandaan atau identitas. Identitas berupa
halaman diperlukan untuk menambah motivasi sejauh mana siswa telah belajar. Beberapa
contoh lain dari penerapan prinsip signaling
antara lain: identitas, header pokok dan sub pokok bahasan, pointer (panah
penunjuk/ilustrasi), garis besar, dan lain-lain.
Prinsip
Redundancy
Penggunaan
elemen multimedia sebaiknya jangan berlebihan, karena akan membebani memori
kerja siswa. Sebagian ahli berpendapat bahwa narasi dan teks identik dianggap
berlebihan, namun untuk kebutuhan khusus tertentu terkadang penting juga
menyajikan narasi dan teks identik.
Prinsip
Segmenting
Materi
pembelajaran yang rumit, kompleks dan besar sebaiknya dibagi menjadi bebrapa
bagian yang lebih kecil, sehingga lebih mudah dipahami. Materi yang disajikan
langsung dalam jumlah besar akan membebani memori kerja siswa. Gambar atau
animasi yang kompleks dapat dibagi menjadi beberapa frame dan tiap frame diberi
tombol lanjut untuk menampilkan frame berikutnya secara overlay (bertumpuk). Dengan demikian keutuhan gambar atau animasi
masih tetap terjaga, sementara siswa bisa mengamati bagian per bagian.
Prinsip
Pre-training
Apabila
menyajikan presentasi multimedia yang kompleks dimana banyak bagian yang masih
asing atau baru bagi siswa, maka sebaiknya di dahului dengan informasi
pengenalan untuk menjelaskan bagian-bagian yang asing atau baru tersebut. Dengan
demikian, ketika siswa masuk ke presentasu pokok, maka siswa sudah mengetahui
semua bagian. Inilah yang disebut prinsip Pre-training.
Prinsip
Modality
Penjelasan
yang menyertai gambar atau animasi yang kompleks sebaiknya disajikan berupa
narasi, bukan teks tertulis. Instruksi multimedia yang terdiri dari informasi
verbal dan bergambar, seperti misalnya gambar mesin dan teks yang menjelaskan
tentang fungsinya, membutuhkan sumber daya memori yang besar. Hal ini karena
siswa harus bekerja keras hanya sekedar berpindah antara teks dan gambar untuk
mengintegrasikan dan memahaminya.
Prinsip
Multimedia
Materi
akan lebih efektif apabila disajikan dengan gambar dan kata daripada hanya
kata. Pembelajaran multimedia adalah belajar melalui kata-kata (words) dan gambar (pictures). Kata-kata adalah informasi verbal yang disajikan melalui
teks tercetak atau teks terucap (narasi). Teks tercetak diterima memori kerja
melalui sensor mata (visual). Teks terucap (narasi) diterima memori kerja
melalui sensor telinga (auditory). Gambar adalah informasi visual yang bersifat
statis (gambar. Ilustrasi, grafik, foto) atau dinamis (animasi, video). Informasi
visual diterima memor kerja melalui sensor mata (visual).
Prinsip
Personalization
Materi
lebih baik disajikan dalam gaya bahsa percakapan atau tidak formal. Penggunaan subjek
atau kata ganti orang dalam menyampaikan mateeri pembelajaran akan lebih mudah
dipahami dari pada disajikan dalam kalimat pasif dan formal.
Prinsip
Interactivity
Prinsip
interaktivitas mengatakan bahwa siswa akan belajar lebih optimal apabila dapat
mengontrol atau mengatur kecepatan tampilan materi pembelajaran. Dalam program
multimedia pembelajaran interaktif peranan tombol navigasi pada tiap frame
sangat penting karema memungkinkan siswa mengatur kecepatan belajarnya,
sehingga siswa dapat belajar lebih optimal. Penerapan prinsip interaktivitas
dalam multimedia pembelajaran antara lain : quiz, aktivitas drag-and-drop,
simulasi, games dan lain-lain.
Aspek
Multimedia Pembelajaran
Aspek-aspek dalam
multimedia pembelajaran harus menunjuang tercapainya maksud tersebut. Beberapa aspek
yang harus ada antara lain sebagai berikut.
·
Umpan
Balik
Setelah membeerikan respon, siswa
harus diberi umpan balik yang bisa berupa komentar, pujian, peringatan atau
perintah tertentu bahwa respon siswa tersebut benar atau salah. Misalnya adalah
pemberitahuan jumlah skor yang benar dari sejumlah soal yang dikerjakan. Umpan balik
akan semakin menarik dan menambah motivasi belajar apabila disertai ilustrasi
suara, gambar atau video klip.
·
Percabangan
Percabangan adalah bebrapa alternatif
jalan yang perlu ditempuh oleh siswa dalam kegiatan belajarnya melalui program
multimedia pembelajaran. Model percabangan yang lain adalah yang bisa dikontrol
oleh siswa. Yaitu pada saat siswa sedang mempelajari suatu topik, pada
bagian-bagian tertentu yang sulit bisa diberi tanda khusus sehingga bila
diinginkan siswa bisa mendapat informasi lebih lanjut dan kemudian kembali lagi
ke topic semula
·
Penilaian
Untuk mengetahui seberapa jauh
siswa memahami materi yang dipelajari, pada setiap sub-topik siswa perlu diberi
tes atau soal-soal latihan. Hasil penilaian sebaiknya bisa terdokumentasi
secara otomatis, sehingga guru bisa memonitor di waktu yang lain.
·
Monitoring
Kemajuan
Program multimedia pembeljaran akan
lebih efektif bila selalu memberi informasi kepada siswa pada bagian mana dia
sedang bekerja, apa yang akan dipelajari berikutnya dan yang akan dicapai
setelah selesai nanti.
·
Petunjuk
Guru yang baik adalah yang bisa
memberikan petunjuk kepada siswa kea rah pencapaian jawaban yang benar. Adanya petunjuk
dalam program multimedia pembelajaran berarti siswa bisa menggunakan atau
mengoperasikan program secara individual dengan mudah tanpa bantuan orang lain.
·
Tampilan
Perencanaan tampilan layar monitor
meliputi jenis informasi, komponen, tampilan dan keterbacaan. Komponen tampilan
yang perlu dipertimbangkan yaitu identifikasi tampilan seperti nomor halaman,
judul atau sub-judul yang sedang dipelajari, perintah-perintah seperti untuk
maju, mundur, berhenti dan sebagainya.
Analisis
Bab:
Semua yang telah di
bahas pada Bab Prinsip pembelajaran interaktif sudah cukup baik, karena materi
yang dibahas sudah memadai dan membahas hal yang dibutuhkan. Dalam ringkasan
diatas yang telah disajikan sebagai bukti bahwa materi yang ada sudah cukup
memadai sebagai acuan, referensi atau sebagai bahan bacaan.
Sumber
:
Surjono, H.D. 2017. Multimedia Pembelajaran Interraktif
: Konsep dan Pengembangan. Yogyakarta : UNY Press.
Oleh : Naomi Sitorus (20312289004) Universitas Negeri Medan