Selasa, 24 November 2020

                        PRINSIP – PRINSIP MULTIMEDIA PEMBELAJARAN

Multimedia pembelajaran adalah kombinasi teks, gambar, grafik, suara, video, animasi, simulasi secara terpadu dan sinergis dengan bantuan aplikasi komputer tertentu untuk mencapai tujuan pembelajaran. Multimedia pembelajaran bersifat interaktif dan selanjutnya disebut dengan multimedia pembelajaran interaktif (MPI). Dalam pembelajaran multimedia, materi disajikan melalui kata-kata baik diam maupun bergerak.

Terdapat beberapa prinsip multimedia pembelajaran yang perlu diterapkan ketika mengakomodasi multimedia untuk pembelajaran. Prinsip untuk mengurangi aktivitas extraneous processing antara lain : Contiguity, Coherence, Signaling, Redundancy. Prinsip untuk mengelola aktivitas essential processing antara lain : Segmenting, Pre-training, Modality. Prinsip untuk meningkatkan aktivitas generative processing antara lain: Multimedia, Personalization, Interactivity.

Penjelasan prinsip-prinsip multimedia pembelajaran tersebut adalah sebagai berikut :

*        Prinsip Contiguity

o    Prinsip Spatial contiguity

Gambar dan penjelasannya harus diletakkan berdekatan. Jika gambar dan penjelasannya terpisah, maka siswa harus memakai memori yang terbatas hanya untuk mencocokkan saja. Contiguity akan mengurangi beban kognitif dalam memori sehingga meningkatkan pembelajaran.

o    Prinsip Temporal contiguity

Animasi dan video harus disajikan bersamaan dengan narasinya. Bila animasi dijalankan terlebih dahulu, kemudian baru narasinya disuarakan, maka tentunya siswa akan mengalami kesulitan untuk menghubungkan keduanya.

*        Prinsip Coherence

Kata, gambar, suara, video yang tidak penting dan relevan sebaiknya dihilangkan, karena materi menarik yang tidak relevan dapat menghalangi pembelajaran. Dalam hal ini, harus menghindari memasukkan suara yang tidak relevan dengan materi. Musik latar belakang bisa membebani memori kerja siswa, khususnya bbila siswa sedang mengalami beban pemrosesan kognitif yang berat. Juga harus menghindari memasukkan kata-kata atau kalimat yang indah tetapi tidak relevan karena akan menganggu dan tidak meningkatkan pemahaman atas materi utama. Demikian juga dengan gambar dan video yang tidak relevan, harus berusaha untuk tidak memasukkannya dalam multimedia pembeljaran, karena bisa menganggu pembelajaran.

*        Prinsip Signaling

Penyajian materi perlu dilengkapi dengan penandaan atau identitas. Identitas berupa halaman diperlukan untuk menambah motivasi sejauh mana siswa telah belajar. Beberapa contoh lain dari penerapan prinsip signaling antara lain: identitas, header pokok dan sub pokok bahasan, pointer (panah penunjuk/ilustrasi), garis besar, dan lain-lain.

*        Prinsip Redundancy

Penggunaan elemen multimedia sebaiknya jangan berlebihan, karena akan membebani memori kerja siswa. Sebagian ahli berpendapat bahwa narasi dan teks identik dianggap berlebihan, namun untuk kebutuhan khusus tertentu terkadang penting juga menyajikan narasi dan teks identik.

*        Prinsip Segmenting

Materi pembelajaran yang rumit, kompleks dan besar sebaiknya dibagi menjadi bebrapa bagian yang lebih kecil, sehingga lebih mudah dipahami. Materi yang disajikan langsung dalam jumlah besar akan membebani memori kerja siswa. Gambar atau animasi yang kompleks dapat dibagi menjadi beberapa frame dan tiap frame diberi tombol lanjut untuk menampilkan frame berikutnya secara overlay (bertumpuk). Dengan demikian keutuhan gambar atau animasi masih tetap terjaga, sementara siswa bisa mengamati bagian per bagian.

*        Prinsip Pre-training

Apabila menyajikan presentasi multimedia yang kompleks dimana banyak bagian yang masih asing atau baru bagi siswa, maka sebaiknya di dahului dengan informasi pengenalan untuk menjelaskan bagian-bagian yang asing atau baru tersebut. Dengan demikian, ketika siswa masuk ke presentasu pokok, maka siswa sudah mengetahui semua bagian. Inilah yang disebut prinsip Pre-training.

*        Prinsip Modality

Penjelasan yang menyertai gambar atau animasi yang kompleks sebaiknya disajikan berupa narasi, bukan teks tertulis. Instruksi multimedia yang terdiri dari informasi verbal dan bergambar, seperti misalnya gambar mesin dan teks yang menjelaskan tentang fungsinya, membutuhkan sumber daya memori yang besar. Hal ini karena siswa harus bekerja keras hanya sekedar berpindah antara teks dan gambar untuk mengintegrasikan dan memahaminya.

*        Prinsip Multimedia

Materi akan lebih efektif apabila disajikan dengan gambar dan kata daripada hanya kata. Pembelajaran multimedia adalah belajar melalui kata-kata (words) dan gambar (pictures). Kata-kata adalah informasi verbal yang disajikan melalui teks tercetak atau teks terucap (narasi). Teks tercetak diterima memori kerja melalui sensor mata (visual). Teks terucap (narasi) diterima memori kerja melalui sensor telinga (auditory). Gambar adalah informasi visual yang bersifat statis (gambar. Ilustrasi, grafik, foto) atau dinamis (animasi, video). Informasi visual diterima memor kerja melalui sensor mata (visual).

*        Prinsip Personalization

Materi lebih baik disajikan dalam gaya bahsa percakapan atau tidak formal. Penggunaan subjek atau kata ganti orang dalam menyampaikan mateeri pembelajaran akan lebih mudah dipahami dari pada disajikan dalam kalimat pasif dan formal.

*        Prinsip Interactivity

Prinsip interaktivitas mengatakan bahwa siswa akan belajar lebih optimal apabila dapat mengontrol atau mengatur kecepatan tampilan materi pembelajaran. Dalam program multimedia pembelajaran interaktif peranan tombol navigasi pada tiap frame sangat penting karema memungkinkan siswa mengatur kecepatan belajarnya, sehingga siswa dapat belajar lebih optimal. Penerapan prinsip interaktivitas dalam multimedia pembelajaran antara lain : quiz, aktivitas drag-and-drop, simulasi, games dan lain-lain.

Aspek Multimedia Pembelajaran

Aspek-aspek dalam multimedia pembelajaran harus menunjuang tercapainya maksud tersebut. Beberapa aspek yang harus ada antara lain sebagai berikut.

·         Umpan Balik

Setelah membeerikan respon, siswa harus diberi umpan balik yang bisa berupa komentar, pujian, peringatan atau perintah tertentu bahwa respon siswa tersebut benar atau salah. Misalnya adalah pemberitahuan jumlah skor yang benar dari sejumlah soal yang dikerjakan. Umpan balik akan semakin menarik dan menambah motivasi belajar apabila disertai ilustrasi suara, gambar atau video klip.

·         Percabangan

Percabangan adalah bebrapa alternatif jalan yang perlu ditempuh oleh siswa dalam kegiatan belajarnya melalui program multimedia pembelajaran. Model percabangan yang lain adalah yang bisa dikontrol oleh siswa. Yaitu pada saat siswa sedang mempelajari suatu topik, pada bagian-bagian tertentu yang sulit bisa diberi tanda khusus sehingga bila diinginkan siswa bisa mendapat informasi lebih lanjut dan kemudian kembali lagi ke topic semula

·         Penilaian

Untuk mengetahui seberapa jauh siswa memahami materi yang dipelajari, pada setiap sub-topik siswa perlu diberi tes atau soal-soal latihan. Hasil penilaian sebaiknya bisa terdokumentasi secara otomatis, sehingga guru bisa memonitor di waktu yang lain.

·         Monitoring Kemajuan

Program multimedia pembeljaran akan lebih efektif bila selalu memberi informasi kepada siswa pada bagian mana dia sedang bekerja, apa yang akan dipelajari berikutnya dan yang akan dicapai setelah selesai nanti.

·         Petunjuk

Guru yang baik adalah yang bisa memberikan petunjuk kepada siswa kea rah pencapaian jawaban yang benar. Adanya petunjuk dalam program multimedia pembelajaran berarti siswa bisa menggunakan atau mengoperasikan program secara individual dengan mudah tanpa bantuan orang lain.

·         Tampilan

Perencanaan tampilan layar monitor meliputi jenis informasi, komponen, tampilan dan keterbacaan. Komponen tampilan yang perlu dipertimbangkan yaitu identifikasi tampilan seperti nomor halaman, judul atau sub-judul yang sedang dipelajari, perintah-perintah seperti untuk maju, mundur, berhenti dan sebagainya.

 

Analisis Bab:

Semua yang telah di bahas pada Bab Prinsip pembelajaran interaktif sudah cukup baik, karena materi yang dibahas sudah memadai dan membahas hal yang dibutuhkan. Dalam ringkasan diatas yang telah disajikan sebagai bukti bahwa materi yang ada sudah cukup memadai sebagai acuan, referensi atau sebagai bahan bacaan.  

 

Sumber :

Surjono, H.D. 2017. Multimedia Pembelajaran Interraktif : Konsep dan Pengembangan. Yogyakarta : UNY Press.



Oleh : Naomi Sitorus (20312289004) Universitas Negeri Medan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

                              PRINSIP – PRINSIP MULTIMEDIA PEMBELAJARAN Multimedia pembelajaran adalah kombinasi teks, gambar, grafik, sua...